Aku Mulai Belajar Hidup Tanpa Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Aku Mulai Belajar Hidup Tanpa Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Aku pernah jadi orang yang paling keras pada diriku sendiri.
Kalau aku gagal sedikit, aku menyalahkan diri.
Kalau aku tidak sekuat yang kuharapkan, aku merasa kecewa.
Kalau aku terlalu lelah, aku menganggap itu kelemahan.
Aku selalu merasa harus lebih baik dari kemarin.
Harus lebih kuat.
Harus lebih cepat pulih.
Harus lebih “benar” dalam menjalani hidup.
Dan tanpa sadar, aku hidup dalam tekanan yang aku buat sendiri.
Aku tidak memberi ruang untuk lelah.
Tidak memberi ruang untuk salah.
Tidak memberi ruang untuk menjadi manusia biasa.
Sampai akhirnya aku capek sendiri.
Capek mengejar versi diriku yang tidak pernah selesai.
Capek merasa tidak cukup walaupun sudah berusaha.
Capek hidup dengan standar yang terlalu tinggi untuk diriku sendiri.
Dan di titik itu aku mulai berhenti sejenak.
Bukan karena aku menyerah…
tapi karena aku mulai sadar:
Aku tidak harus sekeras itu untuk tetap berarti.
Aku mulai belajar untuk lebih lembut pada diriku sendiri.
Kalau aku lelah, aku istirahat.
Kalau aku gagal, aku coba lagi tanpa menghukum diri.
Kalau aku tidak baik-baik saja, aku izinkan itu terjadi.
Pelan-pelan, aku mulai mengerti bahwa menjadi manusia memang tidak selalu stabil.
Ada hari yang ringan.
Ada hari yang berat.
Dan itu bukan sesuatu yang harus selalu diperbaiki dengan paksa.
Sekarang aku tidak lagi terlalu keras pada diriku sendiri.
Aku mulai berbicara ke diriku dengan lebih pelan.
“Nggak apa-apa kalau hari ini berat.” “Kamu sudah berusaha sejauh ini.” “Kamu nggak harus sempurna untuk tetap layak dicintai.”
Dan anehnya…
semakin aku berhenti memusuhi diriku sendiri, semakin hidup terasa sedikit lebih tenang.
Mungkin selama ini aku tidak butuh versi yang lebih sempurna.
Aku cuma butuh diriku sendiri yang lebih bisa menerima.
Komentar
Posting Komentar