Aku Capek Hidup di Pikiranku Sendiri

 

Aku Capek Hidup di Pikiranku Sendiri

Akhir-akhir ini aku sadar kalau rasa lelahku bukan cuma datang dari hidup.

Tapi dari pikiranku sendiri.

Karena bahkan saat semuanya terlihat baik-baik saja, kepalaku tetap sibuk mencari sesuatu untuk dikhawatirkan.

Aku terlalu sering memikirkan hal kecil terlalu dalam.
Terlalu sering membayangkan kemungkinan buruk sebelum sesuatu benar-benar terjadi.

Dan tanpa sadar, aku hidup lebih banyak di dalam kepala sendiri daripada di dunia nyata.

Aku mengulang percakapan lama berkali-kali.
Mengingat hal-hal kecil yang mungkin bahkan sudah dilupakan orang lain.
Membuat skenario yang belum tentu nyata.

Sampai kadang aku sendiri bingung kenapa pikiranku tidak pernah mau diam.

Yang paling melelahkan adalah aku tahu semua itu berlebihan…

tapi tetap saja sulit berhenti.

Karena di kepalaku, semuanya terasa nyata.

Ketakutan terasa seperti fakta.
Kekhawatiran terasa seperti sesuatu yang pasti akan terjadi.

Dan semakin aku mencoba menenangkan diri, semakin pikiranku mencari hal baru untuk dipikirkan.

Aku capek hidup seperti ini.

Capek merasa sesak hanya karena isi kepala sendiri.
Capek terlihat tenang di luar padahal di dalam terus berisik.

Kadang aku cuma ingin satu malam tanpa overthinking.
Satu hari tanpa rasa takut yang dibuat pikiranku sendiri.

Sampai akhirnya aku mulai sadar sesuatu:

Mungkin aku tidak harus mengikuti semua pikiranku.

Tidak semua hal yang ada di kepala adalah kenyataan.
Tidak semua ketakutan harus dipercaya.

Kadang pikiranku cuma sedang lelah.
Dan mungkin selama ini aku terlalu keras memaksa diriku untuk mengontrol semuanya.

Sekarang aku mulai belajar pelan-pelan…

untuk berhenti sebentar saat kepalaku terlalu ramai.

Tarik napas.
Diam sebentar.
Kembali ke hal-hal kecil yang nyata.

Karena mungkin…

aku tidak benar-benar butuh hidup yang sempurna.

Aku cuma butuh isi kepala yang sedikit lebih tenang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Mulai Mengerti Bahwa Aku Tidak Harus Mengerti Semuanya

Kenapa Malam Membuat Kita Lebih Emosional?

Kepalaku Terlalu Berisik Untuk Disebut Tenang