Aku Akhirnya Berhenti Mengejar Versi Diriku yang Sempurna Aku pernah hidup dengan satu tujuan yang terasa tidak pernah selesai: Menjadi versi diriku yang sempurna. Versi yang tidak pernah salah. Versi yang selalu kuat. Versi yang tidak overthinking. Versi yang selalu tahu harus bagaimana. Dan aku mengejarnya setiap hari, tanpa sadar aku sedang menjauh dari diriku sendiri. Kalau aku lelah, aku paksa tetap jalan. Kalau aku sedih, aku paksa cepat pulih. Kalau aku gagal, aku paksa segera memperbaiki semuanya. Seolah menjadi manusia biasa itu tidak cukup. Seolah aku harus selalu “lebih” untuk pantas merasa baik-baik saja. Sampai akhirnya aku capek. Capek mengejar sesuatu yang tidak pernah punya garis akhir. Capek membandingkan diriku dengan versi ideal yang bahkan tidak realistis. Capek merasa tidak pernah cukup meskipun sudah berusaha. Dan di titik paling sunyi itu, aku mulai sadar sesuatu: Mungkin aku tidak perlu menjadi sempurna untuk bisa hidup dengan tenang. Mungkin aku hanya per...
Komentar
Posting Komentar